Sementara para anggota AKB48 yang berbasis di Tokyo masih menempati posisi sebagai unit penyanyi idola Jepang teratas, rombongan sister group-nya di seluruh Jepang juga tak dapat diremehkan. NMB48, yang beroperasi dari kawasan Namba di Osaka, bergabung dengan persaudaraan dari grup dengan nama yang terdiri dari tiga huruf yang dihasilkan oleh Yasushi Akimoto yang produktif pada tahun 2011.
NMB48 telah mengikuti jejak pendahulunya
dalam memberikan para penggemarnya akses pribadi tingkat tinggi kepada
para anggotanya. Selain rutin mengadakan konser di teater milik mereka,
para penampil dari NMB48 kadang-kadang mengadakan acara di mana mereka
menyapa dan berjabat tangan dengan para pendukung yang memuja mereka.
Acara tersebut adalah kesempatan yang
menarik bagi setiap penggemar untuk bersentuhan telapak tangan dengan
idola mereka, dan itu bisa dimengerti bahwa beberapa dari mereka
berharap untuk membuat kesan pada idola favorit mereka, baik dengan
senyum tulus, sepatah kata pendorong semangat, atau proposal pernikahan
yang mengikat secara hukum.
Ada beberapa hal yang seorang penggemar
pastikan untuk membawanya ke acara jabat tangan ini. Sebuah kamera sudah
pasti dibawa, dan mudah-mudahan para penggemar yang lebih teliti
berpikir untuk membawa sebungkus permen penyegar pernapasan dan handuk
untuk memastikan agar tangan mereka bersih dan kering sebelum idola
tersebut harus menggengamnya.
Kebanyakan penggemar tidak datang dengan keadaan benar-benar siap seperti salah satu penggemar dengan nama keluarga Omasa, yang menyiapkan snapshot
dari sebelum persiapan jabat tangannya yang ditampilkan di atas. Bagi
mereka yang tidak bisa membaca huruf Jepang, dokumen yang ditampilkan
adalah aplikasi pernikahan resmi, seperti yang siapa saja inginkan untuk
menikah secara resmi yang diperlukan untuk diisi dan diserahkan di
Balai Kota.
Omasa mengisi dokumen tersebut sebanyak
yang dia bisa, bahkan dia lebih jauh menuliskan nama idola favoritnya
yang merupakan anggota NMB48, Akari Yoshida. Penggemar
setia ini berhenti mengisi salah satu bagian dari aplikasi pernikahan
tersebut karena ia tampaknya tidak tahu alamat rumah Yoshida, dan bagian
itu dibiarkan kosong, begitu juga bagian untuk nama orang tua Yoshida.
Meski demikian, Omasa memang serius
mengambil resiko, karena cap merah di bagian bawah halaman aplikasinya
berasal dari segel pribadinya, yang membuat niatnya secara hukum menjadi
efektif di Jepang.
Yang tersisa dari aplikasi itu adalah
tinggal Akari mengisi informasi yang kurang dan membubuhkan segelnya
sendiri. Akankah langkah pertama Omasa berhasil? Apakah rencananya yang
cukup gila itu membuahkan hasil?
Sepertinya kegagalan Omasa untuk
memenangkan hati Yoshida yang berumur 17 tahun itu bukan semata-mata
disebabkan oleh larangan kencan yang banyak dipublikasikan yang produser
Akimoto terapkan pada para penampilnya.
Berbagai komentator internet dari Jepang telah untuk berkata seperti berikut:
“Mereka tidak melarang orang-orang seperti ini dari acara-acara tersebut?“
“Ada segala macam orang aneh di dunia, ya kan?“
“Saya pikir dia (Akari Yoshida) harus bisa menuntutnya untuk ganti rugi.”
“Kalian selalu akan bertemu dengan
beberapa penggemar seperti orang ini. Bahkan pada masa idol di era
80-an, hal-hal seperti ini pernah terjadi.“
Untuk setiap calon Romeo lainnya,
ingatlah pernyataan sederhana ini: Setiap kali hubungan kalian dengan
seorang gadis begitu tidak berwujud sehingga hanya dengan menggengam
tangannya membuat kalian terlena, mungkin terlalu dini untuk mengajukan
pernikahan.

0 komentar:
Posting Komentar